Urban Survival:

Jogja & Bali Adventures, 10 Days!

 

oleh:

Garry (14) & Grace (17)

Halo semuanya!

graceKami berdua (Grace & Garry) mau cerita pengalaman petualangan luarbiasa kami ke Jogja & garryBali selama 10 hari dari tanggal 9 Mei 2013 – 18 Mei 2013. Tanpa didampingi orangtua!Saat mengajukanrencana ini di awal Januari, orangtua sudah OK. Jadi, pas kami berdua minta ijin sekali lagi di bulan April untuk belajar kemandirian yang kreatif & berlibur papi mami langsung bilang, “Boleh.” Merekasudah yakin bahwa kami bisa jaga diri, bahwakamibisa dipercaya. Itu semua berkat didikan JOYExpo! Di JOYExpo kami banyak bangetbelajar karakter-karakter yang sangat berguna buat masa depan, misalnya kemandirian (di JOYExpo, latihannya tuh lewat JOYExpo Adventure Camp), kedisiplinan dankepercayaan (menjadi orang yang dapat dipercaya atau diandalkan orang lain).

* * *

 

Jelajah internet, googling, sms, email&booking!

Awal tahap persiapan, aku search di Google tentang “tour ke Bali” dan website2 lainnya. Setelah mempelajarinya, kami diskusikan dengan papi & mami. Ternyata masukan dan pendapat papi penting untuk dipertimbangkan.Selanjutnya, kami juga terus berkomunikasi denganmereka tentang perkembangan info pesawat, jarak, waktu dan biaya ke berbagai tempat di Jogja dan Bali. Kami juga menghubungi tour guide di Bali lewat sms & email.Persiapan kami lakukan dengan hati-hati supaya tidak salah booking.

Kami masing-masing akan diberi uang saku sangatterbatas, sehingga harus belajar menyiasati bagaimana mengatur keuangan agar betul-betul cukup untuk perjalanan 10 hari ke Jogja dan Bali. Wah, susah-susah nggak gampang, nih!

peta jawa bali

 Jogja Adventure!

Hari H tiba. Nah, sekarangakumulai cerita perjalanan. Untuk ke Jogja, kami memakai kereta api. Aku dan Garry diantar orangtua ke stasiun Gambir. Ini pertama kalinya bagi kami dan bagi papi-mami untuk berpisah selama 10 hari. Diiringi tatapan kasih sayang mereka, kereta yang kami tumpangi berangkat meninggalkan Jakarta, Kamis, 9 Mei 2013,pk. 21.00.

Kami tiba di Jogja pagi dini hari pk. 05.20 …brrr…dinginnya. Sesuai rencana, kami mulai tinggal di rumah teman baik papi. Ternyata mereka juga menyediakan makanan bagi kami selama 3 hari.(Itu berdampak “positif”banget bagi penggunaan keuangan kami!he..he..he ).

jogjaSelama di Jogja kami mengunjungi berbagai tempat menarik, misalnya Jalan Malioboro yang khas, pasar tradisional Beringharjo, Keraton Sri Sultan, Museum Alun Sentalu Kaliurang, Parangtritis, Alun-alun Kidul, Dagadu, Gudeg Yu Jum, dll. Kami mengitari Jogya dan sekitarnya. Selama waktu itu kami terus berusaha berhemat dalam menggunakan keuangan. Sekali waktu – karena salah perkiraan– ternyata diAlun-alun Kidul tidak ada kendaraan pulang. Kami terpaksa berjalan kaki beberapa kilometer selama kira-kira 1 jam hingga tiba di rumah. Aduh, kakiku …

Pengalaman paling seru selama di Jogya adalah saat kami cave tubing di Goa Pindul (Gunung Kidul) dan menyusuri Sungai Oyo.Cave tubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cave tubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam.

Kami cave tubing di Goa Pindul. Panjang goanya sekitar 350 meter. Jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter. cave tubingWaktu tempuhnya sekitar 45 menit. Karena aliran air di goa ini tenang, maka melakukan cave tubing di siniaman dan bisa dilakukan oleh siapapun. Ditengah goa, ada ruangan besar, dengan lubang di atas bagaikan sumur raksasa. Saat sinar matahari menerobos, suasananyabagus. Di dalam goa ini ada stalagmit dan stalagtit yang menyatu. Ukurannya mencapai peringkat ke-4 terbesar di dunia. Stalagtitnya masih aktif dan siap meneteskan airnya. Ornamen disepanjang dinding goa bagaikan lukisan abstrak. Ratusan pasang mata kelelawar di situ nampak bagai kristal bergelantungan menghiasi lorong goa. Ada pula “tirai” yang terjadi karenaribuan tetesan air dinding goa.

Kami juga river tubing(pakai ban dalam juga) di sungai Oyo. Sepanjang 1500 meter aliran sungainyaterdapat tebing-tebing yang indah dan alami khas batuan Gunung Kidul dengan air terjunnya yangjuga sangat menawan.

 

Bali Adventure!

Dari Jogja kami menuju ke Bali. Hari ini, Senin pagi, 13 Mei 2013. Ada temanku yang bergabung dari Jogja, yaitu Marseille. Ia sesama cewek, teman akrabku sebangku di sekolahJ.Kali ini kami memakai pesawat. Januari lalu, kami udah bookingAir Asia sehingga mendapat harga murah, cuma Rp. 175.000 rupiah/kursi. Super irit, kan? Kami belajar check indanmembawa bagasi sendiri.(Biasanya kalau ada orangtua, mereka yang mengatur semuanya).Sekarang kami harus melakukannyasendiri.

Saatmendarat di Bali, sekitar pk. 9 pagi, kami bertiga dijemput oleh Pak Yuda. Karena dipandu beliau, maka selama di Bali kami tidak pusing mencari tempat makan. Meskipun begitu, kami membayar makanan atau jajan memakai uang saku masing-masing.Selama di Bali kami mengunjungi Bounty Cruise, Pantai Dreamland, Uluwatu, Kuta, Jimbaran, Garuda Wisnu danThe Pirates Bay.

Pengalaman paling seru adalah saat kami mengunjungi pulau Penyu dan Tanjung Benoa. Ini adalah pusat wisata air di Bali. Aneka permainan watersport ada di sini, diantaranya rolling donut, seawalker, snorkeling, banana boat, dll. Kami mencobarolling donutwater sport! Kami naik perahu karet berbentuk donat dan ditarik menggunakan taliberjarak sekitar 5 meter dari speedboatdengan kecepatan tinggi. Heboh juga bisa meluapkan emosi dengan berteriak di tengah laut!

Bingungnyatuh pas udah hari-hari terakhir di Bali. Kaminyaris kekurangan uang untuk belanja L.Solusinya? Untuk berhemat, kami sempat iuran membeli dan mencicipiWaffle Flapjacks, Pia Legong, Pie susu, dll.Beli satu, tetapi dibagi dan dicicipi bertiga. Enak sekali J.Bahkan, kami bisa membeli celana Bali seharga cuma 7.500 rupiah!

Back to Jakarta!

Kami tiba di Soekarno Hatta, Sabtu, 18 Mei 2013, pk. 7 pagi, setelah penerbangan langsung dari Ngurah Rai, Bali. Senang rasanya pulang selamat lantas dijemput &bertemu papi mami. Biarpun ngirit, kami berhasil membeli oleh-oleh buat mereka, buat keluarga pst Pieters, dll. Uang tersisa 8000 rupiah. Begitu balik di rumah, rasanya pengenterus di rumah aja he..he..he!Perasaanku setelah terpisah 10 hari?Berasa kangen banget sama papi & mami!

* * *

Catatan akhir& pesan untuk adik-adik kelas

Jadi, menurutku, kami merasa rugi jika dulu nggaikut JOYExpo. JOYExpomembekali aku dan adikkudengan karakter-karakter yang penting, misalnya kemandirian, kedisplinan, kesabaran dan kepercayaan (belajar untuk menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua pada kami). Kami juga belajar menghitung dan menghargai waktu.Karena itu, walaupun JOYExpo diadakan hari Sabtu – yang bagi sebagian besar temanku ini saatnya pergi jalan-jalan – kami selalu memilih lebih dulu hadir di JOYExpo. Setelah itu, baru kami pergi bersama keluarga.

Awalnya kami dulu diharuskanortu. Ternyata acara JOYExpo cuma sekitar 1,5 jam saja, dan – ngga berasa – tau2 selesai he .. he .. he :). Jadi, bagi kalian semua selamat datang, ya, ke JOYExpo! Jangan takut bosen. Acaranya dijamin seru abis. T’rus kamu juga bisa kenalan sama kakak2 alumni sekolah Citra Kasih yang asik, seru dan baik pastinyaaaJ. Ditunggu, loh, kedatanganmu. Bawa temen kalian jugaaa, ya!


Characters for my adventures

Inilah berbagai karakter yang kupelajari di JOYExpo dan berkaitan dengan petualangankamiselama 10 hari tersebut.

Hemat vs boros

Thriftiness vs extravagance

Membiasakan diri untuk menggunakan uang untuk mencukupi keperluanku (bukan keinginanku)

Benar vs dusta

Truthfulness vs deception

Memperoleh kepercayaan dengan melaporkan fakta yang benar

Pengendalian diri vs pemanjaan diri

Self-control vs self-indulgence

Menolak keinginanku yang salah dan melakukan apa yang benar

Tanggung jawab vs lalai

Responsibilty vs unreliability

Mengetahui dan melakukan apa yang diharapkan dariku untuk kenyamanan sebanyak mungkin teman atau orang.

Tanggap vs teledor

Cautiousness vs rashness

Mengetahui pentingnya (atau gunanya) melakukan suatu yang benar pada waktu yang tepat.

Cermat vs ceroboh

Thoroughness vs incompleteness

Mengetahui faktor apa yang akan mengurangi keefektifan pekerjaan atau kata-kata jika aku mengabaikannya

Kreatif vs kurang berprestasi

Creativity vs underachievement

Melakukan pendekatan pada suatu tugas, kebutuhan atau ide dengan cara baru

Iman vs menduga-duga

Faith vs presumption

Keyakinan bahwa tindakan berdasarkan prinsip yang benar dan karakter yang baik tentu memberikan hasil yang baik, walaupun aku belum mengerti sepenuhnya sekarang.

 

See you

Grace & Garry

grace

garry